Dampak Dampak industri 4.0 terhadap Pariwisata

Semakin berkembangnya zaman teknologi pun berkembang pesat , banyak pekerjaan yang dulunya dilakukan manusia dan sekarang hanya dengan bantuan dengan mesin dan aplikasi , memang itu sangat memudahkan manusia tetapi ada beberapa berdampak buruk bagi mahluk hidup dan dalam saat ini saya akan membahas dampak negatif dan positif dari industri 4.0 terhadap pariwisata

Dalam pariwisata polusi biasanya dibuat oleh industri perhotelan , restaurant dan segala bidang lainnya , karena di industri 4.0 ini pemerintah gencar membuat wisata buatan , akomondasi guna meningkatkan SDM. bidang selain pariwisata pun banyak juga menghasilkan limbah industri seperti pabrik , konveksi dan lain sebagainya .

untuk limbah atau polusi Pariwisata Bali terbanyak di hasilkan oleh hotel – hotel , restaurant , kendaraan travel , sampai – sampai bali mengalami intrusi atau berkurangnya persediaan air bersih , diakibatkan oleh industri pariwisata bali menghabiskan 3 juta liter per harinya dan air yang telah digunakan akan menjadi limbah juga

begitu juga dengan udara udara di bali saat ini banyak terjadi polusi dari pariwisata dari hotel atau restaurant , yaitu polusi yang ditimbulkan dari dapur , kemudian travel asap yang ditimbulkan oleh kendaraan dan menyebabkan udara bersih pun menipis akibatnya banyak warga bali yang tidak sadar bahwa dirinya bisa terkena sesak nafas, asma , bahkan hingga kanker paru – paru jika terus terkena asap kendaraan , asap rokok maupun asap yang ditimbulkan oleh industri keadaan ini bisa bertambah buruk jika makin banyak nya industri – industri pariwisata yang menghasilkan polusi , apalagi saat ini hutan , dan kawasan hijau telah digusur untuk dijadikan industri pariwisata sehingga penghasil oksigen semakin menipis juga

oleh karena itu kita harus mengurangi penggunaan kendaraan bermotor agar jalan tidak terjadi kemacetan dan polusi udara semakin berkurang , menurut observasi saya penyebab kurangnya minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan bermotor adalah transportasi umum di daerah Bali sangat terbatas bahkan diluar daerah badung dan denpasar hampir tidak ada transportasi umum ,akibatnya banyak masyarakat bali yang terus menerus membeli kendaraan bermotor dan terjadi pelonjakan polusi udara

limbah sampah , limbah sampah yang ada di bali sangat banyak terdiri dari sampah organik , sampah non organik , industri pariwisata pun juga turut menjadi penyumbang limbah sampah organik dan non organik terbanyak , contohnya non organik yaitu plastik , tissue , botol botol bekas minuman . sampah non organik yaitu sisa sisa bahan makanan , namun untuk sampah an organik lebih mudah di daur saat ini karena banyak industri yang men daur ulang sampah an organik menjadi barang baru

ada dampak negatif , ada dampak positifnya juga dengan adanya pariwisata 4.0 kemajuan dalam teknologi berkembang peat , saat ini tamu tidak perlu memesan dengan datang secara lansung ke hotel , tinggal booking , melakukan deposit , dan check in , ini lah yang ingin dilakukan oleh pemerintah indonesia agar indonesia bisa bersaing dengan negara maju lainnya. bahkan dengan adanya industri pariwisata 4.0 , makin banyaknya lowongan perkerjaan untuk masyarakat indonesia di bidang pariwisata serta meningkatkan daya saing usaha pariwisata

dengan adanya system yang berkembang juga memudahkan bagi karyawan industri pariwisata untuk bekerja seperti contohnya front office dulunya harus mengecek di reservation rack dan menulis manual arrival guest list dan sekarang hanya dengan melihat system bisa melihat dan mengecek estimated arrival untuk hari ini , besok dan seterusnya , melihat special guest request dengan mudah , dari housekeeping bisa mengecek system dengan mudah apahkah kamar tersebut sudah check out atau belum , dari food and beverage section adalah mengorder makanan dengan system dan tidak perlu menulis manual

nah jadi seperti itu dampak dampak industri 4.0 terhadap pariwisata , agar indonesia lebih berkembang memang harus ditingkatkan dari segi teknologi agar bisa bersaing dengan negara lain jika pemerintah indonesia ingin menambah wisata buatan untuk menaik wisatawan millenial maka harus diimbangi dengan Sumber daya manusia , dan pengelolaan limbah

nama : i Wayan De Surya Winata

Kelompok : Betawi

NO urut : 13

pariwisata negara lain

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai